Blog SMP Negeri 9 Depok

Sekolah Standar Nasional (SSN)

  • Islamic Calendar

    AL QURAN ONLINE

    http://m.alquran-indonesia.com/mquran/index.php/quran

    Renungan

    Jadwal Shalat

    Yang Online

    Facebook Sembilan

    Sembilan Depok

    Buat Lencana Anda

    WAU_tab('lzqdjbimfeua', 'left-middle')

  • Kategori

  • Arsip Tulisan

  • RSS REPUBLIKA ONLINE

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS ERA MUSLIM

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

KEUTAMAAN PUASA

Posted by adilsaz pada 23 Agustus 2009

Puasa merupakan bagian dari ibadah yang paling utama dan bentuk ketaatan yang paling agung. Diantara keutamaan puasa adalah bahwa Allah S.W.T. telah menetapkannya dan mewajibkannya atas seluruh umat manusia. Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al-Baqoroh [2]: 183).

Kalau saja ia bukan merupakan ibadah agung yang mesti dilakukan oleh hamba untuk beribadah kepada Allah berikut pahala besar yang bakal diterimanya, tentu Allah tidak mewajibkannya atas seluruh umat.

Di antara keutamaan puasa di bulan Romadhon adalah bahwa ia menjadi penyebab diampuninya dosa dan kesalahan-kesalahan. Sesuai dengan hadits dari Abi Hurairoh r.a bahwa Nabi s.a.w bersabda: “Barangsiapa mengerjakan puasa Romadhon dengan dasar iman dan menghitung-hitung pahalanya, maka ia diberi ampunan atas dosa yang telah ia lakukan.”

Artinya, pelaksanaan puasa yang didasari oleh keimanan kepada Allah dan kerelaan atas kewajiban puasa yang dibebankan atas dirinya serta karena mengharap dan menghitung pahalanya yang akan diberikan oleh Allah, tidak benci terhadap kewajiban ini dan juga tidak ragu terhadap pahalanya, maka Allah akan memberikan ampunan kepadanya atas dosa yang terlanjur ia lakukan.

Masih banyak keutamaan puasa di bulan Romadhon, diantaranya :

  1. Allah S.W.T mengkhususkan ibadah puasa ini hanya untuk diri-Nya.
    Diantara segala amalan ibadah lainnya, ibadah puasa ini memiliki keistimewaan yaitu hanya untuk Allah. Sebab, ini merupakan rahasia antara seorang hamba dengan Robbnya, yang hanya Allah saja yang tahu. Orang yang berpuasa itu berada di tempat yang sepi dari manusia yang sebenarnya memungkinkan baginya untuk makan apa yang diharamkan oleh Allah atasnya namun ia tidak mau, karena ia berpuasa. Sebab, ia mengetahui bahwa ia punya Robb yang senantiasa mengetahuinya dalam kesendiriannya sekalipun. Allah mengharamkan makan barang haram, dan kemudian ia meninggalkan barang haram itu semata karena takut kepada sangsi dari Allah dan karena hasrat untuk meraih pahala dari-Nya. Oleh karena itu, Allah merasa bertetima kasih kepadanya atas ketulusan itu, dan kemudian Allah mengkhususkan amalan puasa hamba-Nya itu hanya untuk diri-Nya diantara sekian banyak amalan lainnya. Oleh karena itu, Allah berfirman : ”Ia meninggalkan nafsu dan makanannya hanya karena Aku.”
  2. Allah sendiri yang akan memberikan balasan dan melipatgandakannya.
    Allah menyandarkan balasan ibadah puasa ini kepada diri-Nya yang Mulia, karena amal-amal soleh itu akan dilipatgandakan dengan jumlah tertentu, mulai dari sepuluh hingga sepuluh kali lipat sampai kepada lipatan yang sekian banyak. Sedangkan ibadah puasa langsung dibalas dan dilipatgandakan sendiri oleh Allah tanpa perhitungan jumlah. Allah adalah Dzat yang Maha Dermawan dan Pemurah, dan pemberian itu tergantung siapa yang memberi. Dengan demikian pahala puasa itu sangat besar dan sangat banyak tanpa kalkulasi angka.
  3. Puasa adalah perisai : pelindung yang akan menjaga dan melindungi orang yang berpuasa dari perbuatan kesia-siaan dan perbuatan kotor.
    Dengan berpuasa kita menjaga seluruh anggota tubuh dari kesia-siaan dan perbuatan maksiat.
  4. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi.
    Bau mulut merupakan dampak dari berpuasa. Bau mulut yang tidak disukai orang ini tetapi disisi Allah lebih harum daripada aroma kesturi. Sebab, ia muncul akibat mengerjakan ibadah kepada Allah dan melakukan ketaatan kepada-Nya. Segala hal yang tumbuh dari beribadah kepada Allah dan dari melakukan ketaatan kepada-Nya, maka sesuatu itu dicintai-Nya. Dan Allah akan memberikan ganti kepada pemiliknya dengan yang lebih baik, lebih utama dan lebih bagus.
  5. Orang yang berpuasa memperoleh dua kesenangan : kesenangan ketika berbuka puasa dan ketika kelak bertemiu dengan Robbnya.
    Kebahagiaannya ketika ia berbuka adalah karena ia merasa senang atas nikmat yang dianugerahkan oleh Allah kepadanya, yaitu bisa melaksanakan ibadah puasa yang merupakan bagian dari bentuk amal soleh yang paling utama. Betapa banyak orang yang tidak memperoleh karunia itu sehingga ia tidak berpuasa. Ia juga merasa senang atas makanan, minuman dan jimak yang dihalalkan kembali oleh Allah baginya setelah sebelumnya diharamkan pada saat berpuasa.
    Sedangkan kebahagiaannya ketika bertemu dengan Robbnya adalah karena ia senang sekali dengan ibadah puasanya ketika ia mendapatkan balasannya di sisi Allah secara utuh pada saat mana ia jauh lebih membutuhkannya ketika dikatakan “Dimana orang-orang yang berpuasa?” Mereka dipersilahkan masuk kedalam surga dari pintu Royyân yang tidak akan dimasuki oleh seorangpun selain mereka.

Sumber :
Judul Asli : Majâlisu Syahri Romadhôn
Penulis : Syaikh Muhammad bin Shôlih Al-‘Utsaimîn
Penerjemah : Salafuddin Abu Sayyid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: